Dinar
Fatimah
12213543
3EA29
Tugas
Tulisan 1 – Mencari dan Membedakan Laporan
PERBEDAAN LAPORAN BESERTA CONTOHNYA
Pengertian laporan
Laporan adalah bentuk penyajian fakta tentang suatu
keadaan atau suatu kegiatan, pada dasarnya fakta yang disajikan itu berkenaan
dengan tanggung jawab yang ditugaskan kepada si pelapor. Fakta yang disajikan
merupakan bahan atau keterangan berdasarkan keadaan objektif yang dialami
sendiri oleh si pelapor (dilihat, didengar, atau dirasakan sendiri) ketika si
pelapor melakukan suatu kegiatan. dalam pembuatan suatu laporan formal, bahasa
yang digunakan haruslah bahasa yang baik, jelas dan teratur. Bahasa yang baik
tidak berarti bahwa laporan itu mempergunakan gaya bahasa yang penuh hiasan,
melainkan dari segi sintaksis bahasanya teratur, jelas memperlihatkan hubungan
yang baik antara satu kata dengan kata yang lain dan antara satu kalimat dengan
kalimat lain. Penggunaan kata ganti orang pertama dan kedua harus dihindari,
kecuali penggunaan kata ”kami” bila yang menyampaikan laporan adalah suatu
badan atau suatu tugas.
A. Prinsip – prinsip Penulisan laporan
Laporan pada dasarnya adalah alat komunikasi juga.
Supaya dapat digunakan sebagai alat komunikasi yang efektif, sebuah laporan
harus memenuhi syarat–syarat berikut ini.
1. Lengkap
Artinya data dan fakta yang ada
dalam laporan harus lengkap.
2. Jelas
Sebuah laporan disebut jelas bila
uraian dalam laporan tidak memberi peluang ditafsirkan secara berbeda oleh
pembaca yang berbeda. Ini dapat dicapai bila bahasa yang digunakan benar dan
komunikatif
3. Benar akurat
Data dan fakta yang salah dapat
menuntun pembaca membuat suatu keputusan yang salah. Jadi kebenaran dan
keakuratan isi laporan sangat diperlukan.
4. Sistematis
Laporan harus diorganisasikan sedemikian rupa, dengan system pengkodean yang teratur, sehingga mudah dibaca dan diikuti oleh pembaca. Laporan yang sistematis juga menunjang unsur kejelasan yang sudah diciptakan oleh unsur – unsur bahasa.
Laporan harus diorganisasikan sedemikian rupa, dengan system pengkodean yang teratur, sehingga mudah dibaca dan diikuti oleh pembaca. Laporan yang sistematis juga menunjang unsur kejelasan yang sudah diciptakan oleh unsur – unsur bahasa.
5. Objektif
Penulis laporan tidak boleh memasukkan selera pribadi ke dalam laporannya. Pelapor harus bersikap netral dan memakai ukuran umum dalam minilai sesuatu.
Penulis laporan tidak boleh memasukkan selera pribadi ke dalam laporannya. Pelapor harus bersikap netral dan memakai ukuran umum dalam minilai sesuatu.
6. Tepat waktu
Ketepatan waktu mutlak diperlukan,
karena keterlambatan laporan bisa mengakibatkan keterlambatan pengambilan
keputusan.
B. Jenis Laporan
Laporan dapat digolongkan dengan:
Laporan dapat digolongkan dengan:
1. Maksud pelaporan
a) Laporan informativ, yaitu laporan
yang dimaksudkan untuk memberi informasi dan bukan dimaksudkan untuk memberi
analisis atau rekomendasi. Titik pentingnya adalah pemberian informasi yang
akurat dan terinci.
b) Laporan rekomendasi, yaitu laporan
yang di samping memberikan informasi juga menyertakan pendapat si pelapor,
dengan maksud memberikan rekomendsasi (usul yang tidak mengikat). Meski
demikian akurasi dan rincian informasi tetap diperlukan supaya rekomendasi yang
diberikan juga meyakinkan.
c) Laporan analitis, yaitu laporan yang
memuat sumbangan pikiran si pelapor, bisa berupa pendapat atau saran, setelah
melalui analitis yang matang dan mendalam. Kebanyakan laporan akademis berada
pada kategori ini.
d) Laporan Pertanggungjawaban, di mana
si pelapor memberi gambaran tentang pekerjaan yang sedang dilaksanakan
(Progress report) atau sudah dilaksanakan (bersifat evaluatif).
e) Laporan Kelayakan (feasibility
report). Pelapor menganalisis suatu situasi atau masalah secara mendalam untuk
menuju penilaian yang bersifat pilihan: layak atau tidak. Berbagai alternative
dinanalisis, kemudian ditentukan mana yang lebih baik
2. Bentuk Laporan
a) Laporan berbentuk Memo; Biasanya
laporan pendek yang memuat hal – hal pokok saja, dan beredar di kalangan intern
organisasi.
b) Laporan berbentuk Surat; Isinya
lebih panjang daripada laporan yang berbentuk memo, sekitar tiga lembar folio.
Bisa ditujukan ke luar organisasi.
c) Laporan berbentuk naskah; Laporan
ini bisa panjang atau pendek. Bila panjang dibuat dalam format buku, dan dalam
penyampaiannya mutlak diperlukan surat atau memo pengantar.
d) Laporan berbentuk Campuran; Laporan
ini tidak lain gabungan antara bentuk naskah dengan memo atau surat. Dibuat
begini karena isinya cukup kompleks sehingga harus dipadukan dengan bentuk
naskah agar pengkodean bagian – baiannya lebih mudah dilakukan.
e) Laporan berbentuk formulir.
f) Laporan berbentuk buku.
3. Waktu Penyampaian
a) Laporan Insidental; Laporan ini
tidak disampaikan secara rutin, hanya sekali- sekali saja dalam rangka suatu
kegiatan yang tidak terjadwal tetap.
b) Laporan Periodik; Ditulis dalam
suatu periode tertentu dan dinamai sesuai periodenya pula. Contoh: Laporan
harian, Mingguan, Bulanan dan seterusnya.
Sistematika laporan
Laporan ilmiah dapat berbentuk naskah atau buku karena
berisi hal-hal yang terperinci berkaitandengan data-data yang akurat dan
lengkap.Laporan ilmiah atau laporan formal terdiri atas:
1. Bagian awal, terdiri atas:
a. halaman judul:judul, maksud, tujuan penulisan,
identitas penuli, intansi asal, kotapenyusunan,dan tahun.
b. halaman pengesahan (jika perlu)
c. halaman motto/semboyan(jika perlu)
d. halaman persembahan (jika perlu)
e. prakata
f. daftar isi
g. daftar table
h. daftar grafik
i.
daftar
gambar
j.
abstrak: uraian
singkat tentang isi laporan
2. Bagian isi
A. Bab I:
1. latar belakang
2. identitas masalah
3. pembatasan masalah
4. rumusan masalah
5. tujuan dan manfaat
B. Bab II: kajian pustaka
C. Bab III: metode
D. Bab IV: pembahasan
E. Bab V: penutup
3. Bagian
akhir:
a. daftar pustaka
b. daftar lampiran
c. indeks
Jenis-jenis laporan
a. Laporan
Program Kerja
b. Laporan
Ilmiah
c.
Laporan pertanggung jawaban
Sifat Laporan
Laporan yang baik harus ditulis dengan bahasa yang
baik dan jelas sehingga menimbulkan pengertian yang tepat, bukan kesan atau
sugesti. Di bawah ini adalah sifat-sifat yang harus dikandung oleh sebuah
laporan.
1.
Mengandung imaginasi
Hal ini memiliki pengertian bahwa pelapor harus tahu
secara tepat siapa yang akan menerima laporan.
2. Sempurna
dan komplit
Tidak boleh ada hal-hal yang diabaikan bila hal-hal
tersebut diperlukan untuk memperkuat kesimpulan dalam laporan itu. Selain itu
laporan tidak boleh mengandung unsur yang menyimpang dan memihak.
3. Disajikan
secara menarik
Pelapor harus berusaha menarik perhatian si penerima
laporan dengan nilai yang terkandung di dalam laporan.
Bahasa Laporan
Sekurang-kurangnya
dari segi sintaksis bahasanya teratur, jelas memperlihatkan hubungan yang baik
antara satu kalimat dengan kalimat yang lain. Bidang yang dilaporkan dan orang
yang menerima laporan seringkali mempengaruhi gaya bahasa yang digunakan.
Laporan formal adalah laporan yang memenuhi
persyaratan-persyaratan tertentu, nadanya bersifat impersonal dan materinya
disajikan seperti dalam suatu pola struktur yang terdapat dalam buku-buku. Bila
terdapat satu atau dua persyaratannya yang tidak dipenuhi, disebut laporan
semi-formal, sedangkan laporan yang tidak memenuhi persyaratan yang telah
ditentukan disebut laporan non-formal.
Laporan formal, semi-formal, dan non-formal merupakan
laporan yang bersifat resmi (formil). Bila laporan tersebut bersifat pribadi
dan bentuknya sesuai dengan keinginan penulis maka laporan itu bersifat tidak
resmi (informil).
Ciri-ciri
umum untuk menentukan apakah suatu laporan termasuk laporan formal:
1. Harus ada
halaman judul
2. Biasanya
ada sebuah surat penyerahan
3. Memiliki
daftar isi
4. Ada
sebuah ikhtisar (atau abstrak) yang mengawali laporan
5. Ada
bagian pendahuluan
6. Bila ada
kesimpulan dan saran (rekomendasi) biasanya diberi judul tersendiri
7. Isi
laporan yang terdiri dari judul-judul dengan tingkat yang berbeda-beda
8. Bernada
resmi, bergaya impersonal
9. Bila
perlu disertai dengan tabel-tabel dan angka-angka, baik yang terjalin dalam
teks
laporan
maupun dikumpulkan dalam satu bagian tersendiri
10. Biasanya
didokumentasikan secara khusus
Struktur
Laporan Formal
1. Halaman judul
Jangan menggunakan judul yang
terlalu panjang.
2. Surat penyerahan
Surat penyerahan atau letter of
transmittal berfungsi sebagai kata pengantar pada sebuah buku.
3. Daftar isi
Bagian ini memuat rekapitulasi dari
semua judul yang ada dalam laporan. Pokok-pokok yang paling penting ditempatkan semakin ke
kiri.
4. Ikhtisar dan abstrak
Ikhtisar merupakan bagian dari
tulisan yang menyampaikan informasi penting dari sebuah laporan dalam bentuk yang sangat
singkat.
Perbedaan Karya Ilmiah dengan Nonilmiah
Istilah karya ilmiah dan nonilmiah merupakan istilah yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis-menulis. Berkaitan dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan nonfiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek.
Istilah karya ilmiah dan nonilmiah merupakan istilah yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis-menulis. Berkaitan dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan nonfiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek.
- Karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau observasi.
- Karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi.
- Dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.
Selain karya ilmiah dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas,
terdapat juga karangan yang berbentuk semiilmiah/ilmiah populer. Sebagian ahli
bahasa membedakan dengan tegas antara karangan semiilmiah ini dengan karangan
ilmiah dan nonilmiah. Finoza (2005:193) menyebutkan bahwa karakteristik yang
membedakan antara karangan semiilmiah, ilmiah, dan nonilmiah adalah pada
pemakaian bahasa, struktur, dan kodifikasi karangan. Jika dalam karangan ilmiah
digunakan bahasa yang khusus dalam di bidang ilmu tertentu, dalam karangan
semiilmiah bahasa yang terlalu teknis tersebut sedapat mungkin dihindari.
Dengan kata lain, karangan semiilmiah lebih mengutamakan pemakaian
istilah-istilah umum daripada istilah-istilah khusus. Jika diperhatikan dari
segi sistematika penulisan, karangan ilmiah menaati kaidah konvensi penulisan
dengan kodifikasi secara ketat dan sistematis, sedangkan karangan semiilmiah
agak longgar meskipun tetap sistematis. Dari segi bentuk, karangan ilmiah memiliki
pendahuluan (preliminaris) yang tidak selalu terdapat pada karangan semiilmiah.
Berdasarkan karakteristik karangan ilmiah, semiilmiah, dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, yang tergolong dalam karangan ilmiah adalah laporan, makalah, skripsi, tesis, disertasi; yang tergolong karangan semiilmiah antara lain artikel, feature, kritik, esai, resensi; yang tergolong karangan nonilmiah adalah anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, cerber, novel, roman, puisi, dan naskah drama.
Karya nonilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum. Karangan nonilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya nonformal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis. Karya nonilmiah bersifat, antara lain :
Berdasarkan karakteristik karangan ilmiah, semiilmiah, dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, yang tergolong dalam karangan ilmiah adalah laporan, makalah, skripsi, tesis, disertasi; yang tergolong karangan semiilmiah antara lain artikel, feature, kritik, esai, resensi; yang tergolong karangan nonilmiah adalah anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, cerber, novel, roman, puisi, dan naskah drama.
Karya nonilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum. Karangan nonilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya nonformal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis. Karya nonilmiah bersifat, antara lain :
- Emotif : merupakan kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi
- Persuasif : merupakan penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative
- Deskriptif : merupakan pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif, dan
- Jika kritik adakalanya tanpa dukungan bukti.
CONTOH LAPORAN HASIL WAWANCARA
(NARASI)
Hari, Tanggal Pelaksanaan : Sabtu, 26 Januari 2013.
Waktu Pelaksanaan : 10.00 WIB – Selesai.
Tempat Pelaksanaan : Bangka Botanical Garden (BBG).
Narasumber : Reflianto (Seksi Humas dan Manajer Peternakan di BBG).
Pewawancara : Mutiara Pratama Putri.
Tema wawancara : Kegiatan Peternakan di Bangka Botanical Garden (BBG).
Tujuan Wawancara : Untuk mengetahui/mendapatkan informasi tentang kegiatan
peternakan yang ada di Bangka Botanical Garden (BBG).
Hasil Wawancara
Bangka Botanical Garden adalah tempat dimana dilakukannya/dikembangkannya berbagai macam kegiatan ramah lingkungan/kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan seperti peternakan hewan, yaitu peternakan sapi dan ayam. Kegiatan yang dilakukan tsb. mempunyai tujuannya masing-masing. Misalnya, peternakan ayam. Jenis serta jumlah ayam yang ada di BBG sedikit sekali. Hal ini disebabkan karena peternakan ayam di BBG tsb. dilakukan semata-mata hanya untuk koleksi saja. Contohnya seperti “ayam batik” yang ada di BBG tsb. Ayam Batik tsb. semata-mata hanya untuk menunjukkan bahwa BBG juga mempunyai hewan jenis ayam.
Selain ayam, hewan yang diternak di BBG adalah sapi. Ada banyak jenis sapi yang diternak di BBG tsb., diantaranya adalah Sapi Bali, Sapi Brangus, dan Sapi Sentimental (Sapi Perah). Sapi-sapi ini dirawat dan diolah dengan baik disana. Jumlah sapi yang dirawat dan diolah di tempat tsb. kira-kira 24 ekor. Sapi-sapi tsb. dirawat dan diolah sesuai jadwal yang sudah ditetapkan. Misalnya, untuk pemerahan susu sapi dilakukan pada jam 6 pagi dan jam 4 sore. Sedangkan untuk pemberian makan, biasanya dilakukan di pagi hari dan sore hari. Selain rumput biasa, sapi-sapi tsb. juga diberi berbagai macam makanan lainnya, diantaranya adalah rumput gajah yang kaya protein, vitamin, serta makanan yang berbentuk solid. Makanan berbentuk solid tsb. adalah makanan yang dibuat dan diolah dari sisa kelapa sawit. Dalam sehari, seekor sapi kira-kira diberi makan sebanyak 10 kilogram. Dalam sehari, seekor sapi biasanya menghasilkan 6 sampai 7 liter susu. Jadi, susu yang dihasilkan oleh semua sapi kira-kira 200 liter dalam sehari. Hampir semua bagian tubuh sapi tsb. bisa dimanfaatkan. Air kencing (air seni) dan kotoran sapi bisa dibuat dan diolah menjadi pupuk kompos. Selain itu, kotoran sapi juga bisa dimanfaatkan sebagai biogas. Daging sapi bisa dimanfaatkan sebagai makanan, sedangkan susunya bisa dimanfaatkan sebagai minuman. Kulit sapi bisa dimanfaatkan sebagai makanan, dan juga untuk membuat beduk.
Dalam perawatan dan pengolahan sapi-sapi tsb., tidak jarang juga sapi-sapi tsb. terserang berbagai macam penyakit. Salah satunya adalah penyakit radang amping (puting). Penyakit ini adalah penyakit yang menyebabkan adanya pembengkakan pada amping (puting) sapi. Tentunya hal-hal tsb. (penyakit) dapat dihindari dan diatasi apabila dilakukan perawatan yang baik. Misalnya, pemberian makan dilakukan tepat pada waktunya, jumlah makanan yang diberikan juga sesuai (tidak kurang dan tidak lebih), dll.
Sumber :
http://strawberrycupcup.blogspot.co.id/2014/07/perbedaan-laporan-beserta-contohnya.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar